REGULASI
REFERENSI
DOKUMEN
LAYANAN PUBLIK
Galeri
PROFILE
BERANDA

berita & artikel

12 November 2018


Peringati Wafatnya Pendiri Hua Ind, Pengurus KOSAYU Tabur Bunga Di TPU Nasrani Sukun




image

TPU Nasrani  Sukun yang awal pendiriannya dikhususkan pemakaman  warga Eropa yang berdomisili di Kota Malang masih tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Kawasan pemakaman yang merupakan cagar budaya ini  menyimpan banyak sejarah. Setelah Belanda tidak lagi berkuasa di Indonesia, pemakaman yang dibangun pada tahun 1918 ini diambil alih Pemerintah Jepang. Namun, setelah Indonesia merdeka kawasan pemakaman yang mashur dengan nama Bong Londo dikelola Pemerintah Kotamadya Malang dan beralih fungsi menjadi pemakaman yang dikhususkan bagi umat Katholik di Malang.

 

Di lokasi pemakaman yang menempati luas lahan 120.000 m2 telah disemayamkan tokoh-tokoh terkenal dan berpengaruh di Kota Malang. Sebut saja salah  satunya adalah Pastor Joseph Wang, CDD  pendiri  sekolah-sekolah yang bernaung di Yayasan Kolese Santo Yusup (KOSAYU) atau biasa dikenal dengan nama sekolah Hua Ind yang merupakan akronim dari Tionghoa Indonesia. Sesuai dengan namanya, pendirian dari sekolah Katholik ini waktu itu dikhususkan bagi anak-anak Tionghoa yang berada di Kota Malang.

 

Jasa Pastor Josep Wang, CDD sungguh besar dalam dunia pendidikan di Kota Malang. Pada tanggal 16 Januari 1951, beliau mendapat mandat dari Mgr. A.E J Albers (Uskup Malang) untuk mendirikan sekolah bagi anak-anak Tionghoa yang ada di Kota Malang. Pria yang mendedikasikan hidupnya dalam dunia pendidikan ini membeli gedung rusak bekas sekolah Belanda yang terletak di Jalan Soetomo no. 35. Di atas tanah seluas 5.000 m2 berdirilah sekolah Kolase Hua Ind yang telah bermetamorfosis menjadi Sekolah Menengah Katholik Kolase Santo Yusuf seperti yang kita kenal saat ini. Pada tahun 1972, sekolah yang mashur hingga penjuru Indonesi mulai berkembang dan berpindah di daerah Blimbing tepatnya Jalan Simpang Borobudur.

 

Begitu besar dedikasi Pastor Josep Wang CDD dalam melambungkan nama sekolah yang memiliki akreditasi A hingga sekarang sungguh prestasi yang membanggakan. Tidak mengherankan jika setiap HAUL Beliau yang jatuh pada tanggal 12 November,  Keluarga besar Kolase Santo Yusup melakukan penghormatan untuk mengenang jasa-jasa yang telah dilakukan Pastor yang tutup usia pada usia 74 tahun dengan melakukan upacara, doa bersama, dan tabur di atas pusara.

 

"Peringatan tabur bunga ini kami laksanakan setiap tahun. Ini adalah tahun ke- 33 setelah Pastor Josep meninggal pada tahun 1985. Sebelum tabur bunga kita melakukan misa arwah sebagai tanda penghormatan akan jasa-jasa beliau" ungkap pengurus Yayasan Kolase Santo Yusup, Romo Sukamto, CDD  saat ditemui usai acara. Senin (12/11/2018).

 

Beliau menambahkan bahwa UPT Tempat Pemakaman Umum yang mengelola pemakaman dapat memiliki lahan baru lagi,  mengingat lahan TPU di Kota Malang sudah semakin sempit.

"Secara garis besar semuanya sudah bagus. Terimakasih kepada UPT TPU yang telah memberikan izin sehingga acara dapat berjalan lancar. Melihat semkin sempitnya lahan pemakaman di Kota Malang alangkah baiknya jika ada penambahan lahan baru lagi"ucap Beliau.

 

Kegiatan tahunan yang dihadiri pengurus, pendidik, dan siswa berjalan khidmat. Puji-pujian, nyanyian maupun harapan mewarnai doa bersama. Ditemui di tempat yang sama Ketua Panitia, Antonius Widi memberi masukan agar ada plakat yang menjelaskan blok makam.

"Kawasan Makam Nasrani Sukun memiliki penataan makam yang cukup bagus dan indah. Saran kami, diperlukan plakat yang menentukan blok makam sehingga akan memudahkan ahli waris saat melakukan ziarah" ujarnya.

 

TPU Nasrani  Sukun merupakan kawasan heritage yang dibangun pada masa Kolonial Belanda saat Bouwplan III. Oleh karena itu,  Pemerintah Kota Malang melalui UPT Tempat Pemakaman Umum menjaga dan melestarikan agar bangunan-bangunan yang sudah berusia ratusan tahun tidak rusak.

 

Kepala UPT Tempat Pemakaman Umum,  Taqruni Akbar menyambut positif acara doa bersama yang berada di area TPU.

"Kami menyambut positif  acara doa bersama ini yang sebelumnya juga ada misa arwah di tempat yang sama. TPU  Nasrani Sukun ini merupakan kawasan heritage yang perlu kita lestarikan. Ke depan,  kami akan memperbaiki dengan melakukan pavingisasi di akses jalan menuju Blok Pasturan, agar para peziarah dapat nyaman. Kami juga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar untuk lebih mengenalkan UPT TPU pada khalayak ramai dan dapat mengedukasi publik untuk meneladani para tokoh" pungkas Pak Roni.

 

Malang, 12 Nopember 2018

Penulis : Hariani







Unit Kerja
Unit Kerja Kegiatan Detail
Bidang Penerangan Penerangan Jalan Pelayanan di bidang penerangan jalan umum dan jalan lingkungan Detail
Pengumuman
Judul Keterangan Detail
Upacara 17 Agustus 2018 Detail
Sosial Media

Live Chat

Email :

Nama :


Send